Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label esai

Sisi Lain Bad News is Good News: Tidak Semua Hal Buruk Perlu Dikabarkan

Belakangan ini, saya sering menemui cukup banyak berita-berita atau informasi yang tidak menambah semangat orang lain, tetapi justru menurunkan semangat dan membuat sedih. Bad news is good news , begitu katanya. Sepertinya istilah ini sudah menjadi ‘dewa’ bagi rata-rata wartawan untuk mendulang informasi sebagai bahan berita. Menulis berita memang harus berdasarkan fakta atau kejadian nyata di lapangan. Entah itu kabar baik, kesenangan, gembira hingga hal-hal pahit dalam hidup tak luput dari pemberitaan. Apalagi, memang akhir-akhir ini kejadian yang kita sebut sebagai ‘bencana’, ‘tragedi’, ‘musibah’ masih banyak kita temui menimpa seseorang. Hujan dengan intensitas tinggi di banyak daerah yang menyebabkan banjir, tanah longsor, manusia tenggelam, kemacetan, atau musibah seperti kecelakaan, kebakaran, dan sebagainya selalu diromantisasi oleh wartawan demi menunjang page view dan kunjungan pembaca. Saya tak mengatakan berita seperti ini salah. Media sebagai pemyambung lidah masyarak...

"Empan Papan" Sejak Dalam Pikiran

ilustrasi: zsaitsits  "Ternyata, hidup hanya perihal rasan-rasan. Selebihnya, hanya soal nahan dan menyatakan perasaan." Adalah kata yang aku kutip dari kawan lama semasa SMA dulu, yang kini sudah menjadi seorang seniman, sebut saja hisam al-gibran.  Bila dipikir-pikir, ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh mbah hisam, sapaan akrabnya. Sadar atau tidak, kita sendiri sudah terlampau sering menerapkan metode tradisional ini untuk sekadar mengisi atau meramaikan obrolan.  Rasan-rasan kepada siapa saja yang ada dalam pikiran, tanpa butuh waktu lama, mulut kita tak terkendali melontarkan guneman renyah yang meramaikan forum. Perihal apa saja, rasan-rasan kepada tetangga, kawan, dosen, organisasi, masa depan, keluarga, pekerjaan, bahkan kepada awake dewe tak luput dari lingkaran ngerasani. Boleh dibilang efektif boleh juga tidak. Tergantung dari mana sisi yang kita ambil, apakah hanya untuk mengisi obrolan, atau mengambil sisi positif dari metode satu ini. Ambil co...

Sudut Pandang Air di Mata Manusia

Manusia diciptakan dari air, sepertiga tubuhnya adalah air, dan manusia bertahan hidup juga dengan air. Manusia tidak bisa hidup tanpa air.  Menjadi menarik ketika baru-baru ini kita sedang dihebohkan dengan permasalahan kelangkaan minyak di tanah air. Kita tahu, akibat inflasi yang berkepanjangan di dunia, harga minyak goreng di Indonesia dan berbagai kebutuhan pokok lainnya ikut naik. Lantas, apa kaitannya air dengan minyak goreng? Sepertinya kita perlu memandang dari sisi yang berbeda, dan menyepakati bahwa minyak adalah salah satu jenis air. Jika permasalahan minyak goreng yang langka saja bisa menimbulkan berbagai konflik dan permasalahan di masyarakat, lalu bagaimana ketika yang menjadi langka adalah sumber air? Sebagai warga negara di Indonesia, kita termasuk beruntung karena tinggal di tempat yang notabene tidak kesulitan mencari sumber air bersih. Kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, memasak, dan sebagainya dapat berjalan baik dengan adanya sumber air di sekitar kita. ...

Ramai-Ramai Menyoal Demo Mahasiswa

Tiba-tiba saya teringat aksi demo yang dilakukan ratusan mahasiswa Kudus di depan pendopo hari ini (12/04). Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kudus Menggugat (AMUG) ini melancarkan demo dengan beragam tuntutan. Dari keterangan yang saya dapat, mereka menuntut kenaikan PPN yang menjadi 11%, penundaan pemilu atau perpanjangan 3 periode, atau kestabilan harga BBM dan bahan pokok. Dalam hal ini, saya tidak akan mendiskreditkan diri saya apakah saya mendukung demo tersebut atau menolaknya. Bagi saya, setiap dari mereka pasti mempunyai keyakinan masing-masing untuk memilih melakukan demo tersebut atau hanya duduk di rumah.  Saya cukup kaget dengan euforia demo yang cukup ramai tersebut. Meskipun sedang bulan puasa ramadan, kehadiran masa aksi dari berbagai mahasiswa Kudus ini cukup menunjukkan bahwa semangat memperjuangkan demokrasi itu masih ada. Dari beragam tuntutan yang diperjuangkan, bisa dikatakan bahwa masih banyak mahasiswa yang peduli terhadap ketidakadilan yang t...

Puasa dan Gelanggang Dunia Maya

Terjebak dalam situasi dan keadaan yang menyenangkan terkadang bisa membuat seseorang mengalami kemandekan. Melakukan rutinitas yang tidak begitu penting --bermalasan, rebahan, game, sosmed-- barangkali bisa bisa membuat kita tidak sadar, semua itu sedikit demi sedikit menghancurkan hidup kita. Beberapa tahun terakhir, saya sendiri merasa seakan terjebak dalam gelanggang dunia maya dan gadget. Perasaan tidak bisa produktif dan kejenuhan pun saya limpahkan untuk bermain game dan sosmed. Satu sisi, game dan pernak-pernik media sosial memang menyenangkan untuk dilakukan, bisa menghilangkan rasa gabut dan bosan saat bingung melakukan sesuatu. Tapi, di sisi lain, kesenangan yang ditawarkan membuat saya kecanduan, tidak bisa lepas, dan menggerogoti aktivitas produktif saya. Momentum puasa bisa menjadi momen tepat untuk memulai perubahan. Puasa di sini bukan hanya diartikan menahan makan dan minum saja, tetapi bagaimana kita bisa menahan hal-hal yang membuat diri kita menjajali kesenangan sem...

Tentang Pemuda Lemah yang Banyak Tingkah

Foto: hipwee Kawula muda sering dengan idealisme dan semangatnya yang masih membara. Tak sedikit gagasan dan disalurkan memunculkan banyak perubahan. Di sisi lain, tak sedikit pula banyak pemuda yang patah arang. Bayangannya tentang masa depan di masa Quarter Life Crisis (QLC) membuat mereka mudah terbawa arus, suka overthinking dan terlampau berlebihan dalam menanggapi suatu hal. Perayaan tahun baru 2022 sudah terlewat. Namun, tak ada salahnya jika saya mengulas sedikit tentangnya. Sepertinya, banyak dari kita yang terlalu euforia menyambutnya. Pelbagai agenda dilaksanakan di malam tahun baru itu. Bercengkrama, berkumpul, bakar-bakaran, camping, touring sampai healing-healing pun dirayakan. Sekadar nostalgia atau temu kangen untuk mengambil jeda dari kesibukan harian dan badai pandemi covid-19 yang membosankan. Padahal tahun baru tak lebih dari perubahan angka di kalender. Lantas apa yang orang-orang begitu antusias menyambut tahun baru? Momentum tahun baru biasanya digunakan untuk me...

Panggung Teater dan Polemik Kampus yang Tak Usai

Foto: dok. panitia Sebagai seorang yang tidak tahu menahu soal dunia teater dan seni peran, saya tidak akan berkomentar banyak terkait bagus atau tidaknya pentas produksi “Sumur Tanpa Dasar”  yang dipentaskan oleh UKM Teater Satoesh IAIN Kudus. Tulisan ini hanya akan saya jadikan sebagai refleksi bagi diri saya sendiri, bagaimana saya bisa mendapatkan “bekal” dari apa yang telah saya tonton dari pementasan tersebut. Pada Sabtu (26/03/2022) kemarin, Teater Satoesh mementaskan sebuah karya dari naskah populer berjudul “Sumur Tanpa Dasar” di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus. Naskah yang kita tahu merupakan adopsi dari karya Arifin C. Noer, seorang penulis naskah dan seniman kondang dalam dunia teater. Bicara soal pementasan tersebut, saya sedikit menangkap pesan dari yang dibawakan oleh sutradara. Pentas bergenre surealisme yang diterapkan dalam dunia kampus, menyoal tentang bagaimana si pemeran utama, Jumena yang menjadi pemilik Yayasan sebuah kampus memiliki berbagai sifat ...

Naik Motor Sambil Headset-an, Satu Kenikmatan Yang Mesti Kamu Coba

sumber: twitter Mendengarkan musik bisa menjadi   kegiatan me time yang menyenangkan. Apalagi ketika mendapati satu lagu yang enak didengar, pasti kita akan memutar lagu itu berulang-ulang. Seperti terngiang-ngiang, ada rasa nyaman ketika kita menikmati musik detik demi detiknya. Saya punya kebiasaan, mendengarkan musik saat berkendara. Menikmati perjalanan sambil diiringi musik memang satu kenikmatan tersendiri, apalagi dengan headset jedug-jedug, behh, syahdunya reekk. Betewe ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, lho, kalo pengen tahu rasanya, sila dicoba sendiri, yaakk. Banyak orang beranggapan, bisa berbahaya jika mendengarkan musik saat di jalan. Padahal mereka belum tahu rasanya. Dikira bahaya lah, bisa tidak konsentrasi lah, ribet lah, padahal tidak sepenuhnya demikian. Saya juga sering ditegur teman-temanku soal ini, dibilang macam-macam, 'nanti dicekel pak polisi lho, bahaya lho, memang tidak bisa pulang kalo tidak pakai headset, dan sebagainya'. Sudah kubi...

Nangkring, Ngopi dan Diskusi

sumber: indozone.com Kebanyakan orang berpikir, belajar hanya didapat dari sekolah atau bangku perkuliahan saja, tapi mereka seharusnya juga percaya, bahwa ilmu bisa diperoleh dari mana saja, termasuk dari jagongan-jagongan yang sepele. Orang-orang masih beranggapan, jika nongkrong atau jagong tidak ada manfaatnya, at list boleh dikatakan unfaedah lah. Namun mereka lupa, dari tongkrongan kita bisa belajar banyak hal, relasi, wawasan dan pemikiran baru. Itu pun, tergantung dengan siapa kita ngobrol dan apa yang diobrolkan. Berawal dari ajakan kawan lama, sebut saja toyib, kata 'ayo ngopi' menjadi alasan kita berkumpul. Terkesan sederhana memang, namun masa dimana semua orang seakan merasa dirinya paling sibuk sendiri,   momen seperti ini tak boleh ditinggalkan. Apalagi, setelah lama tak   berkumpul, menyempatkan diri untuk bertemu adalah pilihan yang bijak. Belum genap pukul 8 malam, Toyib sudah tiba di depan rumah, dengan sandal jepit, sarung, dan jaket almamater bertu...

Prokrastinasi, Kaizen, dan Kaitannya Dengan Pola Pikir Kaum Muda

sumber: albiruni.or.id Bung Karno pernah berkata, " aku lebih senang pemuda yang merokok & minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, daripada pemuda kutu buku yang hanya memikirkan diri sendiri." Mungkin kalimat sering terdengar di telinga kita, tetapi mungkin hanya sedikit dari kita yang menyadarinya atau melakukannya. Kalimat itu terkesan seperti bumerang yang bisa mengenai siapa saja. Satu sisi kita perlu menyendiri untuk perbaiki kualitas diri, satu sisi juga merokok dan ngopi (nongkrong) mempunyai stigma buruk di mata masyarakat. Saya baru sadar, diskusi ringan sambil ngopi ternyata lebih efektif daripada diskusi di kelas atau yang lebih formal. Tentu saja, ini juga tergantung dengan siapa dan apa yang sedang kita diskusikan. Selama empat tahun saya kuliah di Kudus, praktis aku tidak mendapat apa-apa dari diskusi kelas. Bukannya mengesampingkan kuliah atau gimana, minat diskusi yang rendah sontak hanya menjadikan ruang diskusi sekadar formalitas. Terkesan...

Tentang Pemilwa dan Nalar Berpolitik Mahasiswa

ilustrasi: hasyim Setiap akhir periode, pemilwa (pemilihan perwakilan mahasiswa) selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dari berbagai kampus. Agenda rutin yang dilaksanakan setahun sekali ini bertujuan untuk regenerasi ketua Dema dan W akilnya yang baru , baik itu   di tingkat un iver sitas maupun tin g kat fakultas. Pemilwa merupakan ajang bergengsi bagi sebagian be sar mahasiswa.   Digadang-gadang sebagai representasi pemilihan umum di kehidupan nyata, pemilwa selalu m e nyimpan cerita menarik setiap t a hunnya. Entah itu dari dari segi sistem pemilihannya, siapa calon kandidatnya, hingga bagaimana mahasiswa merespon adanya pemilwa. Di IAIN Kudus sendiri misalnya, pemilwa tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2020 besok, secara serentak. Meskipun masih dalam suasana pandemi , pemilwa akan tetap dilaksanakan secara langsung dengan membagi Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi beberapa tempat. Jika pada pewilwa tahun sebelum-sebelumnya...

Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Apatis

sumber: hipwee Tercatat dalam sejarah Indonesia, mahasiswa merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda, mahasiswa di era 90an merupakan momok yang menakutkan bagi pemerintah yang saat itu sedang gencar-gencarnya bertindak sewenang-wenang, represif, dan menyebar kediktatoran. Hal ini memancing pertanyaan bagi saya, sehebat apakah mahasiswa pada saat itu? Mengapa sekarang hampir tidak ada mahasiswa yang demikian? Berbicara tentang mahasiswa, tidak asing lagi bagi kita mendengar dua jenis mahasiswa yang ada kampus. Mereka adalah mahasiswa aktivis yang sering menjuluki diri sebagai mahasiswa idealis dan mahasiswa apatis yang sering tercemooh dengan sindiran mahasiswa pasca kepompong   (kupu-kupu). Entah darimana pengkotak-kotakan kedua kelompok mahasiswa ini, namun dapat dipastikan keduanya paswada di seluruh kampus di Indonesia. Apapun pilihan mereka sebagai mahasiswa aktivis ataupun apatis, kita tidak sepatutnya mengha...

Nomophobia di Kalangan Mahasiswa

sumber: kopitekno.com Sore itu, ketika saya mengikuti diskusi mingguan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus, diskusi berlangsung di depan gedung Pascasarjana IAIN Kudus. Diskusi hari itu membahas tentang politik, sebenarnya saya gak begitu suka, namun tetap tetap memperlihatkan antusias karena ini adalah diskusi pertama. Teman-teman mendengarkan materi dari pemateri dan sesekali mengecek hp apakah ada wa masuk atau yang lainnya, begitu pula aku. Diakhir sesi, alumni pengurus memberikan wejangan-wejangan bagi kami yang pemula. Ditengah-tengah kalimat ia membahas nomophobia , sebuah kecenderungan atau kondisi dimana seseorang   tidak bisa jauh dari ponselnya. Hal ini membuatku berpikir, apakah aku dan kebanyakan mahasiswa di kampusku mengalami hal ini? Apa itu nomophobia? No mobile phone phobia atau bisa disingkat nomophobia adalah kondisi ketakutan ketika seseorang   dipisahkan dari ponsel kesayangannya. Gejala ini sedang marak terjadi di Indonesia. Hampir...