Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel

Tentang Pemuda Lemah yang Banyak Tingkah

Foto: hipwee Kawula muda sering dengan idealisme dan semangatnya yang masih membara. Tak sedikit gagasan dan disalurkan memunculkan banyak perubahan. Di sisi lain, tak sedikit pula banyak pemuda yang patah arang. Bayangannya tentang masa depan di masa Quarter Life Crisis (QLC) membuat mereka mudah terbawa arus, suka overthinking dan terlampau berlebihan dalam menanggapi suatu hal. Perayaan tahun baru 2022 sudah terlewat. Namun, tak ada salahnya jika saya mengulas sedikit tentangnya. Sepertinya, banyak dari kita yang terlalu euforia menyambutnya. Pelbagai agenda dilaksanakan di malam tahun baru itu. Bercengkrama, berkumpul, bakar-bakaran, camping, touring sampai healing-healing pun dirayakan. Sekadar nostalgia atau temu kangen untuk mengambil jeda dari kesibukan harian dan badai pandemi covid-19 yang membosankan. Padahal tahun baru tak lebih dari perubahan angka di kalender. Lantas apa yang orang-orang begitu antusias menyambut tahun baru? Momentum tahun baru biasanya digunakan untuk me...

Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu

Foto: mojok.co Setiap orang mempunyai tujuan dan alasan untuk menjalani hidupnya sendiri. tak usah ambil pusing mengusik kehidupannya dengan mengomentari pilihan yang mereka ambil. Beberapa bulan sebelum adanya pandemi, kala itu perkulahan masih aktif. Banyak orang lalu lalang di kampusku, rapat-rapat masih berjalan di setiap organisasi, kumpul-kumpul, njagong, suasana keramaian kehidupan kampus yang masih terbayang di kepala dan sampai sekarang selalu kurindukan. Di sebuah kantin dinamai pemilik warungnya kantin Adem Ayem, tak sengaja saya mendengar dua obrolan mahasiswa yang cukup menarik perhatian saya. Sebut saja Toyib dan si Apatis. si Sibuk dan si Apatis ini dua mahasiswa satu jurusan, satu kelas malah.  Mereka cukup berteman baik, bisa dilihat dari cara si Sibuk ini memesankan nasi rames lengkap dengan es teh manisnya untuk si Apatis. Si Sibuk ini sudah akrab betul dengan pemilik warungnya, maklumlah, hampir setiap hari waktunya ia dihabiskan di kampus, mulai dari ...

Mengenal Kisah Kartini Tempo Dulu

sumber: voi.id Siapa yang tak kenal kartini? Pahlawan nasional asal jepara ini berhasil menangkat derajat perempuan di mata dunia. Berkat kegigihan dan perjuangannya, kini peremupuan telah mencapai kedudukan yang setara dengan laki-laki. Berkatnya pula perempuan dapat berkarya dan meraih jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Siapa sangka, kartini merupakan gadis pribumi yang lahir di Jepara, tepatnya pada tanggal 21 April 1879. Gadis bernama lengkap Raden Ajeng Kartini Djodjo Adhiningrat ini merupakan buah hati dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Dulu waktu kecil, kartini tinggal di lingkungan bangsawan. Sebabnya, ia diberi julukan Raden Ajeng.   Kebiasaan adat Jawa saat itu, anak perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan tinggi-tinggi. Ia harus dipingit, tak terkecuali kartini. Kartini kehilangan masa kecilnya setela lulus dari sekolah dasar Europeesche Lagere School (Sekolah Dasar   untuk orang Eropa) dan harus menjadi perempuan pingi...

Sinopsis Sendratasik Dolanan Jamuran

sumber: kisspary.com Ubat-ubet ngopeni dolanan jamuran Suatu hari di sebuah desa yang jauh dari suara bising dan perkotaan, ada sebuah keluarga kecil yang sedang berkumpul bersama. Pada suatu siang, didapati sepasang suami istri sedang duduk bersantai sambil menonton televisi. Sedangkan di sebelahnya, di ruang tengah tepatnya, kedua anaknya terlihat asyik bermain smartphone   yang dipinjami ibunya. Entah apa yang dilihat kedua anak itu, tidak jarang mereka senyum –bahkan tertawa- dengan   sendirinya sambil memegang   gawai kecil yang terus memancarkan cahaya itu. Suasana berubah ketika sang Ibu begitu saksama menyimak sebuah berita. seorang reporter mewartakan sebuah berita tentang anak yang terkena sindrom atau kelainan. Sindrom pada anak ini tidak lain akibat keseringan bermain gadget . Mengetahui berita ini, sontak sang Ibu langsung memperlihatkannya kepada Suaminya. Sang Ayah yang tidak mau hal ini terjdi pada kedua anaknya, segera memperingatkan mereka agar tid...

Beruntungnya jadi orang yang Goodlooking

“Dont judge the book from the  cover” Ungkapan ini sering kita dengar bahkan berulang kali terlebih ketika membahas hal yang berkaitan dengan orang lain. Ungkapan yang bermakna jangan menilai seseorang dari penampilan atau luarnya saja, melainkan nilailah orang tersebut dari kelakuan atau atitude orang tersebut. hal ini memang mudah diucapkan dan dikatakan kepada orang lain, namun apakah kita sendiri telah melakukannya, atau jangan-jangan malah kita abai dan melupakan hal tersebut. Bukan hal yang jarang ditemui bahwasanya masyarakat Indonesia ataupun masyarakat dunia lebih menghargai orang-orang berpenampilan menarik daripada orang yang berpenampilan biasa saja. Hal ini dapat terlihat dari pelbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial sekalipun. Dalam ruang lingkup yang lebih sempit, dapat kita temui dalam bergaul dan berorganisasi. Misalnya ketika berdiskusi atau sedang bercengkerama, orang-orang yang terlihat goodlooking akan lebih...

BALADA Kuliah Cowok Sendiri di PGMI

sumber foto: topcaree.id Bagaimana rasanya menjadi satu-satunya laki-laki di kelas? Bosen, males,   nggak semangat, pengen putus kuliah, merasa salah jurusan? Apapun itu, pasti rasanya nggak enak banget deh. Mau kemana-mana sendiri, makan sendiri, ngerjain tugas sendiri, sekalinya ada temen, pasti cewek. Bisa-bisa karena sering kumpul dengan cewek malah saya bisa dianggap aneh. Yaap, saya mengalaminya sendiri. Satu-satunya mahasiswa laki-laki di kelas D jurusan PGMI di IAIN Kudus, salah satu perguruan tinggi di Kudus yang mewah banget; mepet sawah Jurusan PGMI, hampir satu rumpun dengan jurusan PGSD di Perguruan Tinggi umum. Memang di kampus saya agak berbeda, sejak dibukanya program studi tersebut semenjak tahun 2013, prodi ini hampir setiap tahun selalu minim peminat, terkhusus; laki-laki. Entah mengapa, padahal setiap jurusan tidak membatasi jumlah minimal-maksimal mahasiswa laki-lakinya berapa, tetapi terus saja jurusan PGMI sering dicap sebagai jurusan khusus mahasiswi. ...

Internalisasi Moderasi Beragama Lewat Sosial Media

Sumber foto:  https://ntt.kemenag.go.id/   Munculnya isu-isu radikalisme di Indonesia memicu berbagai pihak khususnya pemerintah dalam menggelorakan moderasi beragama. Moderasi beragama dinilai mampu menangkal berbagai aksi radikalisme dan tindak kekerasan yng mengatasnamakan agama. Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang majemuk dan plural. Terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, agama, budaya yang sangat riskan terjadi sebuah perbedaan. Sangat dikhawatirkan adanya paham radikalisme dapat menyulut api perpecahan di Indonesia. Sehingga moderasi beragama dengan mengedepankan sikap cinta damai, toleran, berimbang dapat menyelaraskan berbagai perbedaan yang ada menjadi sebuah anugerah yang patut disyukuri. Disinilah letak peran berbagai pihak harus saling digencarkan. Terlebih adanya pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Keadaan ini harus disikapi dengan sigap bila paham-paham radikalisme mulai menggerogot kesatuan lewat media-media sosial ...

Literasi Sebagai Media Aktualisasi Diri

sumber foto: mnews.co.id Menulis itu rumit, begitu kata Puthut Ea. Katanya menulis itu tidak sulit dan juga tidak mudah, hanya rumit. Sebagian besar penulis setuju, mereka harus melewati kisah-kisah, mendalami peran, menyeimbangkan antara batin dan pikiran, sebelum menuangkannya ke dalam tulisan Menulis adalah kegiatan untuk mengabadikan pemikiran. Dengan menulis, kita akan menyampaikan pandangan kita kepada orang lain, bukan hanya untuk mereka yang hidup hari ini, tetapi juga untuk mereka yang hidup di masa depan. Meskipun hanya mengangkat hal-hal yang sederhana, menulis sepatutnya menjadi sebuah kebutuhan, berhenti menulis sama saja dengan mati sia-sia. Seperti halnya kata Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. sebelum menulis, terlebih dahulu harus membaca. Tanpa membaca, kita tidak akan tahu apa yang akan kita tulis, benar tidaknya tulis...

PENGARUH KEBIASAAN REBAHAN TERHADAP POLA HIDUP DAN KEPRIBADIAN DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI

PENGARUH KEBIASAAN REBAHAN TERHADAP POLA HIDUP DAN KEPRIBADIAN DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI  A. Latar Belakang Masalah  Belakangan ini banyak sekali yang sedang gencar membicarakan revolusi industri 4.0. Bahkan menurut beberapa sumber, di negara Jepang, perdana menterinya udah mencetuskan era revolusi 5.0 yang menyebutkan bahwa semua aktivitas dapat dihandel dengan data dan internet. Hal ini membuktikan bahwa saat ini perkembangan teknologi semakin pesat.  Era 5.0 pekerjaan manusia dapat ditangani dengan data. Artinya setiap aktivitas manusia yang membutuhkan tenaga dan kerja manusia akan tergantikan oleh data. Tentunya hal ini mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya ialah berkurangnya aktivitas gerak manusia karena dapat tergantikan oleh mesin maupun data. Secara umum data berisi tentang segala informasi yang berkaitan dengan-fakta tentang suatu hal. Dalam era digital ini, sering dikenal istilah Big Data. Big data merupak...

From “Bencana” To “Sabda Alam”

From “Bencana” To “Sabda Alam” Presiden jancukers alias Sujiwo Tejo dalam menyindir orang-orang yang kurang ajar terhadap alam mengatakan “Mari tak menyebutgunung, banjir, longsor dll sebagai bencana. Itu toh cuma cara alam untuk mencapai keseimbangan baru melalui proses fisika-kimia yang logis. Kenapa gak kita sebut Sabda Alam? Kenapa kok secara “kurang ajar” kita sebut bencana? Begitulah Sujiwo Tejo yang selalu peka dengan masalah yang terjadi pada masa sekarang ini. Menyikapi hal tersebut, penulis akan mencoba membahas terkait maklumat diatas. Pembahasan ini tidak sengaja timbul karena pencakapan penulis dengan seorang mahasiswi semester tiga yang kebetulan satu grup dalam salah satu ukm di kampus. Sabda Alam, memang terasa aneh jika kita baru mendengar hal ini. Namun, yang dimaksud sabda alam ini mukanlah alam yang bersabda atau berbicara, melainkan sabda alam itu sama dengan hukum alam atau cara alam dalam menyeimb...

Menelisik Sejarah Peradaban Islam Desa Robayan

MENELISIK SEJARAH PERADABAN ISLAM  YANG DIBANGUN KIYAI MUSLIM DI DESA ROBAYAN Diajukan guna memenuhi tugas UAS dalam mata kuliah Sejarah Peradaban Islam Dosen Pembimbing: Puspo Nugroho, M.Pd.I Disusun Oleh: Hasyim Asnawi(1710310139) JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mbah Muslim adalah salah satu ulama terkenal di desa Robayan. Tidak heran bila banyak warga dari desa lain mengaji kepada beliau. Dahulu desa Robayan disebut desa santri, salah satu penyebabnya adalah di desa ini terdapat banyak ulama dan menjadi tempat pusat untuk mencari ilmu agama. Robayan adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara. Robayaan merupakan desa yang unik karena perpaduan budaya antara kota Jepara dengan Demak. Di desa ini terdapat beberapa peninggalan budaya diantaranya gapura masjid Baiturrohman I...