Foto: hipwee Kawula muda sering dengan idealisme dan semangatnya yang masih membara. Tak sedikit gagasan dan disalurkan memunculkan banyak perubahan. Di sisi lain, tak sedikit pula banyak pemuda yang patah arang. Bayangannya tentang masa depan di masa Quarter Life Crisis (QLC) membuat mereka mudah terbawa arus, suka overthinking dan terlampau berlebihan dalam menanggapi suatu hal. Perayaan tahun baru 2022 sudah terlewat. Namun, tak ada salahnya jika saya mengulas sedikit tentangnya. Sepertinya, banyak dari kita yang terlalu euforia menyambutnya. Pelbagai agenda dilaksanakan di malam tahun baru itu. Bercengkrama, berkumpul, bakar-bakaran, camping, touring sampai healing-healing pun dirayakan. Sekadar nostalgia atau temu kangen untuk mengambil jeda dari kesibukan harian dan badai pandemi covid-19 yang membosankan. Padahal tahun baru tak lebih dari perubahan angka di kalender. Lantas apa yang orang-orang begitu antusias menyambut tahun baru? Momentum tahun baru biasanya digunakan untuk me...
Catatan Kusam untuk Jejak Digital