Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mahasiswa

Ramai-Ramai Menyoal Demo Mahasiswa

Tiba-tiba saya teringat aksi demo yang dilakukan ratusan mahasiswa Kudus di depan pendopo hari ini (12/04). Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kudus Menggugat (AMUG) ini melancarkan demo dengan beragam tuntutan. Dari keterangan yang saya dapat, mereka menuntut kenaikan PPN yang menjadi 11%, penundaan pemilu atau perpanjangan 3 periode, atau kestabilan harga BBM dan bahan pokok. Dalam hal ini, saya tidak akan mendiskreditkan diri saya apakah saya mendukung demo tersebut atau menolaknya. Bagi saya, setiap dari mereka pasti mempunyai keyakinan masing-masing untuk memilih melakukan demo tersebut atau hanya duduk di rumah.  Saya cukup kaget dengan euforia demo yang cukup ramai tersebut. Meskipun sedang bulan puasa ramadan, kehadiran masa aksi dari berbagai mahasiswa Kudus ini cukup menunjukkan bahwa semangat memperjuangkan demokrasi itu masih ada. Dari beragam tuntutan yang diperjuangkan, bisa dikatakan bahwa masih banyak mahasiswa yang peduli terhadap ketidakadilan yang t...

Mental illness Mahasiswa Milenial

foto: istock.com Momen tes akhir semester atau UAS sepertinya memang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Tak jarang saking sulit dan banyaknya tugas yang diberikan dosen memancing mereka untuk sambat dan pansos di laman media sosial. Kita tentu sering mendapati mereka (mahasiswa) berujar "tugasnya berat banget, pengen nikah aja", "semester 5 gini amat", atau quotes-quotes sejenisnya yang seakan menunjukkan beratnya tugas yang dikerjakan. Kalo dipikir-pikir lucu juga, bagaimana bisa mahasiswa membebankan tugas pada hal yang sama sekali tidak memecahkan masalah mereka.   Dalam artian gini, apakah ketika dia menikah ujug-ujug, mak bedunduk, simsalabim tugas mereka langsung kelar? Atau seandainya dia menikah betulan apakah dosen seketika langsung menarik tugas yang sudah diberikan? Nihil, mau nikah atau tidak, sebagai mahasiswa seharusnya ia tahu konsekuensi dari pilihannya, dong? Bahkan hal ini saya temui hampir di seluruh tingkatan, entah itu semester awal yang not...

Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu

Foto: mojok.co Setiap orang mempunyai tujuan dan alasan untuk menjalani hidupnya sendiri. tak usah ambil pusing mengusik kehidupannya dengan mengomentari pilihan yang mereka ambil. Beberapa bulan sebelum adanya pandemi, kala itu perkulahan masih aktif. Banyak orang lalu lalang di kampusku, rapat-rapat masih berjalan di setiap organisasi, kumpul-kumpul, njagong, suasana keramaian kehidupan kampus yang masih terbayang di kepala dan sampai sekarang selalu kurindukan. Di sebuah kantin dinamai pemilik warungnya kantin Adem Ayem, tak sengaja saya mendengar dua obrolan mahasiswa yang cukup menarik perhatian saya. Sebut saja Toyib dan si Apatis. si Sibuk dan si Apatis ini dua mahasiswa satu jurusan, satu kelas malah.  Mereka cukup berteman baik, bisa dilihat dari cara si Sibuk ini memesankan nasi rames lengkap dengan es teh manisnya untuk si Apatis. Si Sibuk ini sudah akrab betul dengan pemilik warungnya, maklumlah, hampir setiap hari waktunya ia dihabiskan di kampus, mulai dari ...

Panggung Teater dan Polemik Kampus yang Tak Usai

Foto: dok. panitia Sebagai seorang yang tidak tahu menahu soal dunia teater dan seni peran, saya tidak akan berkomentar banyak terkait bagus atau tidaknya pentas produksi “Sumur Tanpa Dasar”  yang dipentaskan oleh UKM Teater Satoesh IAIN Kudus. Tulisan ini hanya akan saya jadikan sebagai refleksi bagi diri saya sendiri, bagaimana saya bisa mendapatkan “bekal” dari apa yang telah saya tonton dari pementasan tersebut. Pada Sabtu (26/03/2022) kemarin, Teater Satoesh mementaskan sebuah karya dari naskah populer berjudul “Sumur Tanpa Dasar” di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus. Naskah yang kita tahu merupakan adopsi dari karya Arifin C. Noer, seorang penulis naskah dan seniman kondang dalam dunia teater. Bicara soal pementasan tersebut, saya sedikit menangkap pesan dari yang dibawakan oleh sutradara. Pentas bergenre surealisme yang diterapkan dalam dunia kampus, menyoal tentang bagaimana si pemeran utama, Jumena yang menjadi pemilik Yayasan sebuah kampus memiliki berbagai sifat ...

Tentang Pemilwa dan Nalar Berpolitik Mahasiswa

ilustrasi: hasyim Setiap akhir periode, pemilwa (pemilihan perwakilan mahasiswa) selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dari berbagai kampus. Agenda rutin yang dilaksanakan setahun sekali ini bertujuan untuk regenerasi ketua Dema dan W akilnya yang baru , baik itu   di tingkat un iver sitas maupun tin g kat fakultas. Pemilwa merupakan ajang bergengsi bagi sebagian be sar mahasiswa.   Digadang-gadang sebagai representasi pemilihan umum di kehidupan nyata, pemilwa selalu m e nyimpan cerita menarik setiap t a hunnya. Entah itu dari dari segi sistem pemilihannya, siapa calon kandidatnya, hingga bagaimana mahasiswa merespon adanya pemilwa. Di IAIN Kudus sendiri misalnya, pemilwa tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2020 besok, secara serentak. Meskipun masih dalam suasana pandemi , pemilwa akan tetap dilaksanakan secara langsung dengan membagi Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi beberapa tempat. Jika pada pewilwa tahun sebelum-sebelumnya...