Langsung ke konten utama

Postingan

Internalisasi Moderasi Beragama Lewat Sosial Media

Sumber foto:  https://ntt.kemenag.go.id/   Munculnya isu-isu radikalisme di Indonesia memicu berbagai pihak khususnya pemerintah dalam menggelorakan moderasi beragama. Moderasi beragama dinilai mampu menangkal berbagai aksi radikalisme dan tindak kekerasan yng mengatasnamakan agama. Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang majemuk dan plural. Terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, agama, budaya yang sangat riskan terjadi sebuah perbedaan. Sangat dikhawatirkan adanya paham radikalisme dapat menyulut api perpecahan di Indonesia. Sehingga moderasi beragama dengan mengedepankan sikap cinta damai, toleran, berimbang dapat menyelaraskan berbagai perbedaan yang ada menjadi sebuah anugerah yang patut disyukuri. Disinilah letak peran berbagai pihak harus saling digencarkan. Terlebih adanya pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Keadaan ini harus disikapi dengan sigap bila paham-paham radikalisme mulai menggerogot kesatuan lewat media-media sosial ...

Literasi Sebagai Media Aktualisasi Diri

sumber foto: mnews.co.id Menulis itu rumit, begitu kata Puthut Ea. Katanya menulis itu tidak sulit dan juga tidak mudah, hanya rumit. Sebagian besar penulis setuju, mereka harus melewati kisah-kisah, mendalami peran, menyeimbangkan antara batin dan pikiran, sebelum menuangkannya ke dalam tulisan Menulis adalah kegiatan untuk mengabadikan pemikiran. Dengan menulis, kita akan menyampaikan pandangan kita kepada orang lain, bukan hanya untuk mereka yang hidup hari ini, tetapi juga untuk mereka yang hidup di masa depan. Meskipun hanya mengangkat hal-hal yang sederhana, menulis sepatutnya menjadi sebuah kebutuhan, berhenti menulis sama saja dengan mati sia-sia. Seperti halnya kata Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. sebelum menulis, terlebih dahulu harus membaca. Tanpa membaca, kita tidak akan tahu apa yang akan kita tulis, benar tidaknya tulis...

KKN Bukan Untuk Saling Mengungguli, Tetapi Wadah Berbagi Maslahah

sumber foto: medcon.id Suatu ketika seorang teman meminta bantuan ku untuk membuatkan nya sebuah flayer , untuk tugas KKN online katanya . Aku kebingungan, bukannya tidak mau, heran saja dia yang dapat tugas kok aku yang harus membuat ? Dia bilang tidak bisa mendesain katanya . Aku bergumam , ini kkn untuk mengabdi apa mau berlomba-lomba bagus-bagusan desain yaa ?   Ada juga teman sekelasku yang mengirim pesan whatsapp dan bertanya padaku, kamu rencananya mau ngadain seminar apa, dengan pematerinya siapa? Aku men jawab mau mengadakan seminar tentang kepenulisan skripsi, pemateri dari DPL-ku sendiri. Kemudian d ia ber tanya lagi , kamu gak berniat me ngundang pemateri dari luar? Dengan tegas aku menjawab, kamu buat event itu untuk mengambil manfaat dari acara yang kamu buat atau cuma ingin dibilang keren dengan mengadakan acara besar dan mengundang pemateri hebat? Dia tidak membalas.   Makin kesini, s epertinya esensi KKN sudah dilupakan sekian bany...

Pentingnya Mewujudkan Kesadaran Literasi Digital di Era Global

Kemajuan teknologi semakin pesat, memudahkan semua orang untuk mengakses segala informasi setiap saat. Kemajuan teknologi juga diiringi dengan kemajuan perkembangan media digital. Berbagai media kini mengembangkan situs online nya untuk mengikuti trend sekarang, biar tidak ketinggalan zaman.   ada pula media yang hanya mengejar keuntungan ekonomi, dengan memberitakan atau menyampaikan informasi menurut ramainya pasaran. Hoax? Majunya teknologi harus diimbangi dengan majunya pemikiran dan juga kehati-hatian. Mudahnya informasi beredar tak khayal juga memudahkan hoax dan berita bohong kian menyebar. Pentingnya pengetahuan berliterasi dan bermedia sosial harus kita biasakan sejak sekarang. Biar tak mudah terjebak isu-isu yang beredar atau polemik yang sedang viral. Upaya penangkalan hoax sebenarnya sudah digemparkan sejak lama. Namun tak sedikit pula yang masih mudah terjebak dan termakan berita palsu tersebut. Rendahnya pengetahuan literasi masyarakat di Indonesia inilah yang...

Simpang Siur UKT Mahasiswa Hingga Dana Desa, Salah Siapa?

  Berbagai permasalahan baru yang ditimbulkan oleh virus corona semakin   bertambah. Terutama berkaitan dengan keputusan Direktur Jendral ( Dirjen ) Pendidikan Islam ( Pendis ) Kemen trian A g ama yang membatalkan pemberian diskon UKT bagi mahasiswa PTKIN menimbulkan kontraversi dan respon buruk dari kalangan mahasiswa. Pasalnya, dalam S urat E daran (SE) sebelumnya, Kemenag telah memberikan janji berupa potongan UKT minimal 10% bagi mahasiswa PTKIN sebagai upaya meringankan beban mahasiswa. Tak hanya itu, pemerintah juga tengah dipusingkan dengan masalah perekonomian yang semakin memburuk akibat C ovid-19. Berbagai protes juga dilayangkan kepada pemerintah baik daerah maupun pusat terkait tidak meratanya penerima B antuan L angsung T unai (BLT) yang diberikan. S ehingga timbul adanya kecurigaan dan rasa ketidakpercayaan dari warga masyarakat kepada pemerintah di berbagai daerah. Siapa yang Salah? Mahasiswa harus menerima kenyataan pahit atas batalnya diskon UKT...

Menyoal Transparansi Dana Desa dalam Penanganan Covid-19

  Gagasan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat ternyata tidak sepenuhnya direspon positif. Niat baik pemerintah ini terkendala dan mendapat kecaman dari masyarakat karena kurangnya koordinasi dan sinergitas satu sama lain. Dampaknya masyarakat merasa menjadi korban dari kebijakan pemerintah yang dianggap tidak konsisten. Terlebih, saat ini pemerintah sedang dipusingkan dengan masalah perekonomian yang semakin memburuk akibat C ovid-19. Berbagai protes dilayangkan kepada pemerintah baik daerah maupun pusat . Termasuk persoalan yang menyangkut transparansi dan tidak meratanya B antuan L angsung T unai (BLT) yang diberikan. Hal ini akhirnya memunculkan rasa kecemburuan sosial, kecurigaan bahkan ketidakpercayaan dari masyarakat kepada pemerintah. Polemik pemberian Bantuan Langung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 menimbulkan rmasalah di berbagai daerah. Adanya protes dari masyarakat ini menandakan minimnya hormonisasi dan sinergitas antara pemerintah ...

Menyikapi Perbedaan Sebagai Anugerah, Saling Merangkul Hadapi Corona

Banyak orang sering mengaitkan suatu hal dengan peribahasa atau pepatah lama. Seperti sebuah perbedaan. Perbedaan dapat diandaikan sebagai pisau bermata dua, tergantung darimana orang menyikapinya. Perbedaan dapat menyatukan berbagai umat dengan karakter dan sifat yang berbeda. Dalam hal ini perbedaan dianggapnya sebagai anugerah. Namun, Tak sedikit pula yang menyalahartikan dan menganggap perbedan sebagai pemicu pertikaian.   P erbedaan dapat memicu berbagai konflik baik personal maupun masal seperti halnya perbedaan pendapat, argumen, pandangan, pola pikir, bahkan visi dan misi atau tujuan yang berbeda ternyatan dapat mengusik persatuan, menghilangkan rasa   kepercayaan, merekahkan kedekatan, hingga memudarkan rasa empati dan kemanusiaan.   Belakangan ini kita sangat disibukkan oleh berbagai permasalahan yang ditimbulkan adanya Virus Corona.   Jumlah kematian yang terus meningkat setiap hari akibat virus kasat mata dari Wuhan ini membuat berbagai negara t...