Langsung ke konten utama

Postingan

Menyoal Transparansi Dana Desa dalam Penanganan Covid-19

  Gagasan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat ternyata tidak sepenuhnya direspon positif. Niat baik pemerintah ini terkendala dan mendapat kecaman dari masyarakat karena kurangnya koordinasi dan sinergitas satu sama lain. Dampaknya masyarakat merasa menjadi korban dari kebijakan pemerintah yang dianggap tidak konsisten. Terlebih, saat ini pemerintah sedang dipusingkan dengan masalah perekonomian yang semakin memburuk akibat C ovid-19. Berbagai protes dilayangkan kepada pemerintah baik daerah maupun pusat . Termasuk persoalan yang menyangkut transparansi dan tidak meratanya B antuan L angsung T unai (BLT) yang diberikan. Hal ini akhirnya memunculkan rasa kecemburuan sosial, kecurigaan bahkan ketidakpercayaan dari masyarakat kepada pemerintah. Polemik pemberian Bantuan Langung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 menimbulkan rmasalah di berbagai daerah. Adanya protes dari masyarakat ini menandakan minimnya hormonisasi dan sinergitas antara pemerintah ...

Menyikapi Perbedaan Sebagai Anugerah, Saling Merangkul Hadapi Corona

Banyak orang sering mengaitkan suatu hal dengan peribahasa atau pepatah lama. Seperti sebuah perbedaan. Perbedaan dapat diandaikan sebagai pisau bermata dua, tergantung darimana orang menyikapinya. Perbedaan dapat menyatukan berbagai umat dengan karakter dan sifat yang berbeda. Dalam hal ini perbedaan dianggapnya sebagai anugerah. Namun, Tak sedikit pula yang menyalahartikan dan menganggap perbedan sebagai pemicu pertikaian.   P erbedaan dapat memicu berbagai konflik baik personal maupun masal seperti halnya perbedaan pendapat, argumen, pandangan, pola pikir, bahkan visi dan misi atau tujuan yang berbeda ternyatan dapat mengusik persatuan, menghilangkan rasa   kepercayaan, merekahkan kedekatan, hingga memudarkan rasa empati dan kemanusiaan.   Belakangan ini kita sangat disibukkan oleh berbagai permasalahan yang ditimbulkan adanya Virus Corona.   Jumlah kematian yang terus meningkat setiap hari akibat virus kasat mata dari Wuhan ini membuat berbagai negara t...

Rumah Sakit dan Nilai Kemanusiaan yang Hilang?

Belakangan ini terdapat sebuah kejadian yang sempat menggegerkan warga Jepara di media so s ial. Kejadian yang menimpa nasib mbah Lukita, menyayat hati bila kita menyaksikannya langsung. Meninggal dunia di tempat parkir karena tak kunjung mendapat penanganan dari petugas rumah sakit di RSUD Kartini Jepara. Singkat cerita pasien bernama Mbah Lukita diantar menggunakan mobil ambulan puskesmas sampai tiba di depan UGD. Tak kunjung mendapatkan penganganan, pihak keluarga yang tak tega dengan kondisi pasien meminta petugas memeriksa keadaan mbah Lukitaterlebih dahulu. Alih-alih diberikan penanganan yang lebih serius, petugas hanya menyentuh tubuh pasien dan pergi tanpa berkata apapun. Parahnya lagi pasien diminta satpam mengambil nomor antrian dan menunggu di tempat parkir karena tidak diperkenankan parkir di depan UGD.(cnnindonesia.com, 18/03/2020). Setelah dua jam menunggu, isak tangis keluarga mbah Lukita pecah. Mbah Lukita meninggal du ni a di tempat parkir sebelum menda...

Kami Persma, Bukan Humas Kampus

Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia , siapa yang tak kenal dengan kata-kata magis yang dilontarkan Soekarno dalam pidatonya. Kata-kata yang menggerakkan para pemuda kala itu, bahwa peran pemuda sangat luar biasa, hingga dipercaya dapat mengubah dunia. Tak ada yang menyangkal kata-kata magis itu, perjalanan tanah air hingga sekarang tidak dapat dilepaskan oleh peran pemuda. proklamasi kemerdekaan dapat dibilang hasil dari desakan para pemuda saat itu. Perjuangan menjelang proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 yang tak lepas dari peran para pemuda, gerakan angkatan 66 di era Orde Baru, hingga gerakan mahasiswa yang menuntut reformasi penghapusan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang terjadi pada tahun 1998. Terakhir gerakan GejayanMemanggil di DIY yang menolak pengesahan Omnibus Law terkait RUU cipta lapangan kerja yang dinilai merugikan hak buruh (katadata.co.id) Bertolak pada kejadian kala itu, perjuangan mahasiswa sudah terjadi sejak awal kemerdekaan a...

MUDA REBAHAN, MUDA BISA APA?

Sebuah konotasi yang sedikit tidak mengenakkan yang sering saya dengar dari berbagai kabar di internet yang menunjukkan  bahwa anak muda sering diidentikkan dengan kegiatan rebahan yang dianggap tidak berfaedah. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan rebahan memang sangat menyenangkan bagi kaula muda. Apalagi ditambah dengan koneksi internet yang lancar juga diselingi camilan dapat membuat seseorang mudah dapat berbaring seharian. Rebahan itu apa? Sebelum membahas lebih jauh mengenai rebahan, alangkah baiknya terlebih dahulu kita cari tahu apa sebenarnya makna rebahan itu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rebahan berarti sebuah tempat berbaring. Kata ini menunjukkan bahwa rebahan merupakan sebuah tempat yang dijadikan seseorang untuk berbaring atau beristirahat dalam rangka menghilangkan penat atau capek. Berbeda dengan apa yang kebanyakan orang awam pahami  bahwa rebahan berarti kegiatan berbaring. Hal yang sudah salah kaprah mem...

PENGARUH KEBIASAAN REBAHAN TERHADAP POLA HIDUP DAN KEPRIBADIAN DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI

PENGARUH KEBIASAAN REBAHAN TERHADAP POLA HIDUP DAN KEPRIBADIAN DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI  A. Latar Belakang Masalah  Belakangan ini banyak sekali yang sedang gencar membicarakan revolusi industri 4.0. Bahkan menurut beberapa sumber, di negara Jepang, perdana menterinya udah mencetuskan era revolusi 5.0 yang menyebutkan bahwa semua aktivitas dapat dihandel dengan data dan internet. Hal ini membuktikan bahwa saat ini perkembangan teknologi semakin pesat.  Era 5.0 pekerjaan manusia dapat ditangani dengan data. Artinya setiap aktivitas manusia yang membutuhkan tenaga dan kerja manusia akan tergantikan oleh data. Tentunya hal ini mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya ialah berkurangnya aktivitas gerak manusia karena dapat tergantikan oleh mesin maupun data. Secara umum data berisi tentang segala informasi yang berkaitan dengan-fakta tentang suatu hal. Dalam era digital ini, sering dikenal istilah Big Data. Big data merupak...

PENERAPAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA MATERI JUAL BELI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS III MI TASYWIQUS SHOGIRIN JEPARA

PROPOSAL PTK Disusun guna memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah: Penelitian Tindakan Kelas Dosen Pengampu: Sulasfiana Alfi Raida, M.Pd. Oleh: Hasyim Asnawi 1710310139 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS TAHUN 2019   BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang  Hakikat pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan peserta didik dalam suatu pembelajaran. Interaksi yang berlangsung peran guru menjadi hal terpenting dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan. Guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran karena guru memegang peranan penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran.  Dengan tugas yang diembannya tersebut, guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Tidak hanya itu, guru harus mampu membimbing peserta didik agar lebih aktif, inovatif, dan kreatif selama mengikuti pembelajara...